Don't miss

Sabtu, 31 Mei 2014

9 Cara Mempertahankan LDR


Sebelum posting ini dimulai, saya sarankan pasangan LDR untuk gigit-gigit kabel terlebih dulu. Namanya juga LDR, nggak mungkin kan gigit-gigit pipi pacar, jadi gigit kabel saja. Atau nggak mungkin elus-elus pipi pacar, silakan elus-elus jamban saja.


Seperti ditulis di posting terdahulu, LDR itu pelik dan bahkan menjadi salah satu poin yang menentukan keberhasilan pasangan itu ke depannya. Nah, jika demikian, bagaimana sih mempertahankan hubungan yang pelik itu? Kali ini saya menarik sari dari sini, situ, dan sana untuk mengolah tulisan berjudul 9 Cara Mempertahankan LDR!

1. Buat Kesepakatan
Terkesan ribet, sih, tapi nyata-nyata akan sangat membantu dalam proses LDR. Kesepakatan yang paling utama adalah perihal bagaimana, kapan, dan tetek bengek lainnya soal berkomunikasi. Tentunya tidak perlu aturan yang ribet semacam harus BBM atau WA 2 menit sekali. Atau harus bikin format khusus kangen. Nggak perlu. Hal-hal yang simpel saja, agar keduanya sama-sama komitmen jika nanti menjalani LDR.

2. Gunakan Model-Model Komunikasi
Hari gini ada begitu banyak cara dalam berkomunikasi. Mulai dari telepon, Skype, BBM, SMS, WhatsApp, KakaoTalk, Line, CatFiz, Google Talk, Telegram, morse, semaphore sampai merpati pos. Gunakan sesuai kesepakatan, dan kalau perlu lakukan variasi. Misal lagi pengen lucu-lucuan, stiker-stiker Line yang lucu bisa digunakan. Pengen tatap muka, pakai Skype. Pengen anti-mainstream, pakai merpati pos.


3. Hindari Komunikasi Berlebihan
Kebayang rasanya bertelepon ria karena kangen hingga kemudian pulsa habis, telinga terbakar karena panas, headset meledak kelelahan, dan empunya telepon tetap tidur dengan riang gembira. Namanya juga cinta. Bisa saja demikian, tapi bayangkan berkomunikasi semacam itu jadi rutinitas, lama-lama ya bosan juga. Biarkan dia menjadi hal yang dirindukan sehingga ketika melakukannya, ya dengan sepenuh hati. Pun ketika menunggu saat itu tiba. Selagi tidak telepon, kan bisa BBM-an atau SMS-an atau KKN-an.

4. Tingkatkan Level Kepercayaan
Ini tentu saja bagian paling penting dari LDR. Kalau pacar di ujung sana bilang 'lagi futsal' ya kita harus percaya bahwa pacar memang lagi futsal. Bukan sedang beli sepatu futsal sama gebetan baru. Soalnya, kalau nggak menggunakan kepercayaan, jatuhnya beban dan kepikiran terus. Ujungnya ya sama-sama nggak enak. Hanya saja, kepercayaan yang diberikan harus dipertanggungjawabkan dong. Berani berbuat, berani bertanggungjawab.

5. Diskusikan Tujuan Hubungan 
Saya pernah LDR lama sekali--kira-kira dua abad--tapi nggak ada visi misi kemana hubungan akan dibawa. Dan sudah bisa ditebak, tentu saja bubar. Sama halnya dengan perusahaan, hubungan juga perlu visi-misi-tujuan untuk memastikan bahwa hubungan yang melelahkan bernama LDR itu ada akhirnya. Kalau tidak, ya repot, menjalani sesuatu yang sulit tapi nggak jelas goal-nya apaan.

6. Libatkan Orang Lain
Bisa orangtua, bisa adek, bisa sahabat. Siapapunlah yang kemudian memastikan kita bisa menjalani hubungan bernama LDR itu. Orang lain itu sekaligus sebagai pengikat, karena mereka sudah merestui. Jadi kalau galau mau putus, orangtua tinggal bilang, "Papa maunya kamu sama dia. Titik". Percaya atau nggak, ada teman saya yang nggak bisa putus karena orangtuanya kadung sudah attached dengan pacarnya. Cuma, akhirnya sampai sekarang mereka belum kawin(-kawin).

7. Tetap Berada di Jarak Yang Berjauhan
Gini, judul tulisannya kan bagaimana mempertahankan LDR. Nah, supaya LDR-nya tetap bertahan ya silakan tetap berada di tempat masing-masing. Kalau kalian bersatu, itu namanya Short Distance Relationsip. Sudah beda.

8. Tetap Romantis
Ngirim bunga, apalagi bunga bank, dapat dilakukan sebagai salah satu contoh. Oh, ini sih LDR Tanah Kusir-Cinere. Atau nggak usah repot-repot, kongkalingkong saja dengan sohib pacar untuk membelikan coklat dan nanti duitnya diganti. Gitu sudah bikin klepek-klepek, kok. Jangan lupa juga kata-kata mesra satu sama lain tetap dipertahankan.
Buat para cowok tentu tahu betapa cewek itu suka bunga. Saya kemaren sempat mengirim bunga ke pacar saya di London. Heh? Kirim bunga dari Indonesia ke Inggris? Nggak dong. Beli online, hari gini semuanya bisa beli online. Dan langkah saya bisa kok ditiru sama pelaku LDR Palembang-Palu. Sudah ada FlowerAdvisor yang merupakan toko bunga online.


Jangan khawatir wahai kaum LDR, pembayarannya juga bisa via online. Kalau kamu di luar negeri, misal di sumur minyak, bisa bayar via PayPal juga loh. Bahkan sebenarnya, FlowerAdvisor melayani pengiriman lintas negara. Ah, LDR mania masa kini benar-benar dipermudah ya? Mau bunga apa, lili, tulip, sampai mawar aneka warna juga bisa diperoleh dengan cara yang mudah.

9. Saling Mengunjungi dan Liburan Bareng
Sekali lagi, waktu saya LDR yang dulu, nggak ada ceritanya saling mengunjungi. Adanya saya doang yang berkunjung, dan walhasil putus juga. Cara ini berlaku untuk yang LDR Malang-Incheon hingga LDR Jagakarsa-Kranji. Saling mengunjungi dapat dibalut sebagai surprise kok. Terserah gimana kalian aja. Selain saling berkunjung, rencanakan juga liburan bareng. Hanya, pastikan ketika liburan bareng itu kalian nggak ngapa-ngapain yang bisa menghasilkan anak. Nanti LDR-nya tambah repot karena harus urus pernikahan sana sini.

Nah, LDR tidak menakutkan kan? LDR memang sulit, mempertahankannya juga sulit, tapi lebih sulit lagi pacaran tapi tidak cinta. Tenang saja.

Jumat, 30 Mei 2014

11 Hal yang Pria Ingin Wanita Tahu



Sesudah membahas hal-hal yang dibenci oleh Pria dari Wanita, maka sekarang kita melihat apa sih yang sebenarnya diinginkan oleh Pria? Sepele ternyata. Pria hanya ingin Wanita mengetahui beberapa hal berikut yang saya kutip dari sini.

1. Pria Itu Tidak Rumit
Ya, Pria ingin Wanita paham bahwa Pria itu nggak serumit yang dipikirkan oleh Wanita, soalnya kadang-kadang Wanita itu berpikir lebih, padahal ya nggak sampai situ juga faktanya.

2. Pria Ingin Melindungi Wanita
Jangankan Pria beneran, Edward Cullen aja melindungi si Bella dari godaan begundal kampung Twilight kok. Sudah terkandung di dalam DNA Pria untuk melindungi Wanitanya. Maka, ketika Wanita merasa nyaman. Nah, disitulah yang diinginkan tiba.

3. Wanita Itu Cantik Kok Tanpa Make Up

"Aku cantik nggak?"
Ini pertanyaan menjebak. Bukan hanya Betmen saja yang bikin jebakan, Wanita kadang juga. Pria tentu saja mengapresiasi make up yang digunakan secara baik. Cuma masalahnya, Pria itu nggak mudeng soal make up. Apalah itu maskara, eye liner, mata terlihat lebih melek, dan sejenisnya. Intinya, si Wanita tampak cantik aja. Dan saya selalu percaya bahwa kecantikan seorang Wanita itu justru terlihat pada saat dia bangun tidur, atau sedang seacak-acaknya.

4. Sebenarnya Pria Juga Nggak Tahu Maunya Apa
Ini terkait dengan ambisi pria yang segambreng. Pria yang benar itu tujuan, ambisi, dan mimpinya begitu banyak. Saking banyaknya, terkadang Pria sendiri nggak ngerti mau yang sebenarnya. Ini beda sama rumit ya. Ini cuma semacam keadaan bahwa Pria itu ingin Wanitanya bahagia, bagaimanapun caranya. Termasuk dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.

5. Pria Nggak Ingin Membohongi Wanita
Pria berkualitas adalah yang bisa dipercaya. Jadi kalau Pria penipu? Coba cek dalemannya, siapa tahu nggak ada isinya. Memang mungkin akan ada perilaku yang bikin cemburu, misal pelukan sama teman Wanita. Tapi kan nggak serta merta mengubah perasaan. Tenang saja.

6. Pria Ingin Membuat Wanita Bahagia
Nah, ini keinginan mendasar Pria, dan untuk itu--wahai para Wanita--BILANG DONG GIMANA CARANYA! Pria ingin itu dan jadinya selalu mencoba ini dan itu pokoknya biar Wanita bahagia. Jadi, selain pakaian yang terbuka, pikiran terbuka juga bikin Pria senang. Jadi bilang kalau mau dikado apartemen, bilang kalau pengen jalan-jalan ke Rajaampat. Dengan demikian, bisa diputusin segera.

7. Pria Tidak Suka Mantan Wanitanya

Ah, jangankan mantannya si Wanita. Mantan gebetan pun. Jadi jangan sekali-kali sebut namanya ya!

8. Kalau Pria Bilang, "Aku Nggak  Bermaksud Begitu, Itu Adalah Benar"
Pria itu sebagian memang bodoh, jadi suka ngawur. Kadang jadi salah kata salah perbuatan terus bilang, "aku nggak bermaksud begitu". Ya dia memang nggak bermaksud begitu. Pria itu memang salah aja. Udah.

9. Pria Senang Wanita Tidur Di Bahunya
Udah, lakukan saja dimanapun. Asal jangan di toilet. Toilet pria, apalagi.

10. Wanita Itu Cukup
Kalau Pria nembak, itu berarti memang Wanita itu yang Pria mau. Segala cantik, seksi, smart, lucu dan lainnya pasti ada. Kalau nggak, mending juga jomlo. Jadi sudahlah, tidak perlu meminta kata-kata 'love you' dua detik sekali. Yang penting perasaan sudah sesuai. Uhuk!

11. Pria Ingin Tahu Apakah Wanita Mengapresiasinya
Cukup bilang kata-kata apresiasi atas segala yang dilakukan Pria, sudah membuat dia puas kok. Simpel banget. Emang, jadi Pria itu simpel.

Begitulah, wahai wanita, cukup tahu kan? Pria tetap ingin jadi pacar, suami, dan ayah yang baik. Pun saudara laki-laki dan anak yang baik dan bikin bangga. Jadi, ketahuilah ya.

10 Hal yang Dibenci Pria dari Wanita


Walaupun Adam ditakdirkan untuk mencintai Hawa, tapi namanya juga manusia pasti ada yang tidak disukai Adam dari diri Hawa. Demikian juga seromantisnya Babang William sama Teteh Kate, pasti ada yang tidak disukai Bang Wil tentang Teh Kate. Baik Adam, Bang Wil, maupun cowok lain pada umumnya sih tetap saja sama. Jadi, menurut sumber di sini dan situ, apa saja sih yang tidak disukai oleh pria terkait dengan wanita? 
Yuk, simak!

1. Cemburu

Sebenarnya sih cemburu itu ya baik-baik dan iya-iya saja. Bahkan dalam porsi tertentu, Pria itu juga pengen dicemburuin. Hanya saja kalau Wanita secara konstan membawa kecemburuannya soal wanita lain, itu bisa memicu perang dunia. Soalnya apa? Poinnya adalah Pria itu benci jika tidak dipercaya. Modal Pria selain anu-nya, ya dirinya itu. Makanya, dia akan ngamuk jika tidak dipercaya. Pokoknya percaya sajalah. Kalau ada Pria yang selingkuh, nah itu baru bisa dipertanyakan kelelakiannya.

2. Memaksa
"Yang, bangun!"
"Iya."
*dua tahun kemudian*
"YANG! BANGUN!" kata si Wanita sambil bawa gergaji mesin.
Hal kayak gitu sebenarnya umum terjadi. Ketika Wanita nyuruh Pria sesuatu, dia pasti inginnya si Pria langsung melakukannya saat itu juga. Sayangnya itu sulit, apalagi dalam hal ketika si Pria sedang nonton bola, main game, atau apapun yang terkait kesukaannya. Jadi, jangan dipaksa banget. Pria tahu kok urgensi jika memang sesuatu itu harus dilakukan.

3. Langsung Pada Kesimpulan

Ini nih! Seringkali kalau ngobrol, Wanita sering melewatkan logika-logika dan berhenti pada keinginan untuk membuktikan bahwa Wanita selalu benar, Pria selalu salah. Okelah takdir alam mungkin bilang begitu, tapi lama-lama Pria juga eneg kalau dibilang selalu salah. Salah-salah malah mencari wanita lain yang tidak mempersalahkan. Nah! Bahayhay!

4. Tidak Original
Ada gitu Wanita yang tidak lepas mau bersendawa, mau ngentut, dan sejenisnya yang menjijikkan. Ehm, Wanita kan juga manusia yang pasti akan ngentut atau bersendawa. Seringkali, Wanita terlalu mengenakan topeng hingga hal-hal naluriah semacam itu disembunyikan. Bahkan kadang karakter tertentu juga ditutup. Pada dasarnya, Pria mampu kok mendeteksi kepalsuan dan kalau ketahuan bisa bikin ilfil. Jadi, jadi dirimu sajalah :)

5. Selalu Bersama
Well, dalam kasus tertentu saya pernah mendapati teman yang jadi kehilangan teman karena adanya pacar. Ya, mereka kehilangan waktu bersama teman-teman Pria, karena harus selalu ada di sisi si Wanita. Kadang ditanya kenapa nggak main bola, soalnya nemenin pacar. Percayalah, dia melakukannya karena mencintai sang Wanita, tapi lama-lama bakal eneg juga. Dan jadinya begitu, contoh-contoh yang saya lihat waktu kuliah pada akhirnya tidak berakhir di pelaminan. Tenang saja, Pria mencintai Wanita dan itu bukan berarti harus selalu bersama, kan?

6. Emosi Berlebihan
Mungkin Pria bisa begini, tapi rasanya jarang Pria yang emosi hanya karena bingung memilih sepatu. Bukan apa-apa, sepatunya memang hanya sepasang. Intinya, sih, ada kalangan Wanita yang terlalu banyak drama. Pada tahap mentok, Pria akan bertanya, "ya udah maunya apa?" saking bingungnya dengan mainan roller coaster hati yang dilakukan oleh Wanitanya.

7. Memata-Matai

Spying mungkin terlalu berat untuk jaman edan kayak sekarang. Cukup dengan stalking sazah! Pria butuh hubungan yang memberikan tempat, dan tentu saja kebebasan. Nah, kadang ada kekhawatiran pada si Pria sehingga perlu dimata-matai. Sekali lagi, Pria butuh dipercaya dan pasti bakal ngamuk sendiri kalau tahu sedang dimata-matai. Kecuali jika ada hikayat selingkuh, lho.

8. Telat Karena Dandan
Oke, ini poin sekali karena kebanyakan Pria nggak suka menunggu. Apalagi karena poin menunggunya adalah soal mencari baju yang tepat dan sejenisnya. Kalau memang butuh waktu dandan, berdandanlah lima menit, sepuluh menit, atau dua tahun lebih awal. Oh, bagian ini jangan dilakukan di kencan pertama, lho. Dijamin nggak ada kencan kedua sesudah itu.

9. Tidak Update
Ada dan akan selalu ada Wanita yang tidak update pengetahuannya. Masak nggak tahu kalau bulan Juni ada Piala Dunia? Masak nggak tahu soal buku-buku? Atau bahkan nggak tahu soal namanya sendiri. Yang sejenis ini bisa jadi hanya dimanfaatkan untuk nafsu belaka. Dalam hubungan yang benar, ada diskusi yang benar, dan itu butuh pengetahuan. Oh, Pria-Pria tidak berpengetahuan umum baik ya nggak akan menggunakan syarat ini sih. Jadi, tenang sedikit ya.

10. Tidak Natural

Pada umumnya, Pria lebih suka melihat gadis yang natural daripada kebanyakan make up sampai mengubah warna kulit yang tadinya biru jadi putih. Oh, itu X-Men kali ya. Mungkin memang hak Wanita untuk tampil kece badai, tapi percayalah bahwa Pria nggak akan meminta sejauh itu. 

Pria dari Mars, Wanita dari Venus. Makanya, nggak bakal nyambung. Hal-hal di atas adalah perspektif Pria, dan tentu saja akan berbeda jika soalnya dibalik. Dan sebenarnya itulah gunanya hubungan, menjembatani banyak perbedaan, atas nama cinta.

Karya lain dari penulis dapat dibaca di ariesadhar.com




16 Tanda Orang yang Harus Kamu Nikahi


Pengen kawin? Sama. Hampir semua orang pengen nikah dan kawin, jika memang dua kata itu punya definisi berbeda. Utamanya perbedaan terjadi menurut otak orang-orang mesum. Ya, semuanya pengen, tapi pertanyan berikutnya adalah: sama siapa? Nah, pertanyaan mendasar itu nggak selalu dirasakan para jomlo, tetapi juga orang yang sudah dalam hubungan berlingkup komitmen. Pertanyaan semacam 'apakah benar dia jodohku?' hampir pasti ada di pikiran setiap orang. Nah, dikutip dari sini dan situ, berikut 16 tanda orang yang harus kamu nikahi dan kawini.

1. Dia adalah Fans Berat Kamu
Uhuk! Fans berat? Ya, semisal seorang pria yang menyaksikan penampilan resital seorang wanita. Atau seorang wanita yang menyaksikan penampilan futsal seorang pria. Tanpa komplain, tanpa keluhan. Nah, itu dia! Jadi kalau pacar kamu rela menemani kamu main futsal dan tidak mengeluh, nikahilah!

2. Dia Rela Berkorban Untuk Kamu
Ada yang pasangannya rela pindah kerja mendekati tempat tinggal kamu sekarang? Padahal kalian sama sekali belum ada dalam ikatan pernikahan? Itu sudah jelas tanda-tanda pengorbanan. Tentu saja dia melewatkan banyak kenyamanan yang pernah dimilikinya di tempat yang berjauhan dengan kamu. Kalau gitu, nikahin! 

Sudah jelas bahwa LDR adalah hubungan yang sulit. Apalagi kalau urusannya jarak yang cukup jauh. Dalam hubungan yang sulit ini, jikalau kalian sukses menghadapi jarak nan jauh itu dengan baik. Tunggu apa lagi? Resmikan!


4. Dia Bikin Karya Untukmu
Ada yang bikin video pendek buat kamu? Atau sekadar StopMotion? Atau puisi? Atau lagu? Atau rumah? Ah, apapun itu, ketika dia berkarya untuk kamu, jangan abaikan. Itu dia niat, dan dengan demikian, kawinilah!

5. Melakukan Hal-Hal Kecil Secara Konsisten
Ada seorang lelaki yang selalu menggandengmu di tempat umum, bahkan ketika kalian sudah pacaran puluhan abad? Atau ada lelaki yang selalu membukakan kamu pintu mobil, atau mungkin pintu bajaj secara konsisten--selain supir bajaj pastinya? Nah, yang semacam ini nih. Kalau ada, kawinilah!

6. Kalian Membayangkan Tentang Hidup Sesudah Menikah
Bukan resepsinya dimana atau malam pertamanya ngapain yang kalian pikirkan, tapi nanti hidupnya gimana, mau mesin cuci merek apa, nyari pembantu dimana, mau KPR berapa tahun, mau punya anak berapa, dan--ya--begitulah. Kalau cuma mikir resepsi, nggak usah nikahin.


7. Dia Nggak Ingin Mengubahmu
Kamu VVOTA dan pacar menerima apa adanya? Atau kamu suka Lee Min-ho dan pacar nggak protes kamu merapal bahwa Min-ho itu ganteng minta ampun? Nah, yang kayak gini jangan sampai dilewatkan. Dia sama sekali nggak minta kamu mengubah sesuatu yang adalah kamu. Jadi? Yuk, kawin!

8. Kamu Bebas Menangis Di Depannya
Cewek nangis? Sebenarnya biasa, tapi namanya cewek kadang berasa memalukan jika nangis di depan cowok. Apalagi cowok, nangis di depan siapapun malu pastinya. Tapi, jika kalian bisa saling menangis satu sama lain tanpa beban, ya itu dia. Nikahilah!

9. Nggak Cemburuan
Cemburu itu wajar, tapi cemburuan itu nggak oke. Tanda-tandanya nggak percaya. Lah kalau masih pacaran saja sudah cemburuan, gimana kalau sudah sah? Makanya kalau ada pacar yang nggak cemburuan, segera ditarik ke KUA terdekat.

10. Dekat Dengan Teman-Teman
Ada cowok dekat dengan teman dekat pacarnya, atau sebaliknya. Itu bagus. Ya, walaupun beresiko diselingkuhi, apalagi kalau teman dekat pacar itu ternyata lebih cakep dan jomlo. Enggg, ya sebisa mungkin jangan deh. Makanya, kalau ada pacar yang baik-baik saja dengan teman kita, nikahilah!


11. Kamu Tidak Suka Sekamar Dengan Orang Lain, Tapi Pengen Sekamar Sama Dia
Agak panjang ya, tapi ada tipe orang yang penyendiri dan nggak mau sekamar dengan orang lain karena kamar itu adalah privasi banget. Jika tetap penyendiri tapi pengen sekamar sama dia, ya itu berarti memang kamu ingin menghabiskan hidup sama dia. Simpel kan? Kawin!

12. Dia Dekat Dengan Keluarga
Entah itu orangtua, adik, kakak, sepupu, pakde, budhe, mbah, dan sejenisnya semuanya adalah keluarga. Cek dulu kesesuaian pasangan dengan keluarga. Jangan lupa, restu adalah aspek utama dari kehidupan berdua. Utamanya keluarga inti, kalau bisa restu diperoleh secara sempurna dan dengan demikian kita bisa hidup berdua selamanya di KUA.

13. Dia Jadi Tujuan Kamu Bercerita
Habis makan enak, cerita. Habis ketemu cewek cantik, cerita. Habis selingkuh, cerita. Ya, dia yang bakal kamu nikahin adalah dia yang jadi tujuan kamu pada setiap kisah dan peristiwa yang kamu alami. Kalau sudah ada orang itu, kawinilah!

14. Dia Menemani Kamu
Ada teman sakit, ada mantan nikahan, ada selingkuhan tabrakan, dia selalu menemani kamu. Kalau ada yang semacam itu, jangan macam-macam lagi. Cari yang semacam itu susah loh. Kalau memang nggak bisa, dia memberikan alasan yang benar, bukan ngeles.

15. Dia Punya Seabrek Rencana Bersama Kamu
Nonton JKT48 bareng, ke Kepulauan Seribu sambil berenang, terjun dari Monas, dan segala macam kegiatan yang bisa dilakukan berdua, sudah ada di dalam benaknya. Coba gali dan cek mimpi-mimpinya, kalau aspek-asek yang ada kamunya lengkap, segera minta orangtua bertemu dan sahkan!

16. Kamu Yakin
Seringkali orang sudah pacaran sekian abad, bahkan sudah melebihi usia Cleopatra, tapi nggak yakin-yakin sama pacarnya. Nah, gimana dong? Aspek ini sulit, tapi paling menentukan. Jika kamu nggak yakin mending dipikirkan lagi. Kadang justru ketika kamu putus, dan menemukan yang lain dan rasanya beda alias langsung yakin. Itulah yang bakal kamu nikahin!

Sudahkah gebetan, pacar, atau tunangan memenuhi 16 aspek itu? Atau justru 16 aspek itu dipenuhi oleh tunangan orang lain? Jika memang demikian, rebutlah. Selagi bendera kuning belum berkibar. Okesip. #sesat #jangandiikuti Kalau kamu LDR, coba baca 11 Cara Mempertahankan LDR dulu.

Pengen baca tulisan-tulisan kece lainnya dari author Oom Alfa? Buka ariesadhar.com :)