Don't miss

Senin, 02 Maret 2015

Pelajaran Untuk yang Ingin Poligami


By on 09.19

Sekali-kali membahas poligon, eh, poligami, ah! Sumber tulisan pelajaran untuk yang ingin poligami ini adalah dari catatan Facebook ini, yang dikembangkan sesuai jumlah baking powder yang ditaburkan. Apalagi lagi marak Kiwil yang kembali ke istri kedua, dan kembali akan cerai. Pun Ibu Bos yang punya sikap nggak akan makan di restoran punya pelaku poligami.

SUMBER

Poligami memang enak buat dibahas karena ya selalu positif dan negatif tampaknya. Bapak-Bapak adalah pendukung utama dengan bilang, "baru satu", untuk pertanyaan, "istri?". Yang negatif, tentu Ibu-Ibu.
Kadang ada Bapak-Bapak yang pengen poligami, istri satu, anak tiga, tapi nggak punya kerjaan tetap. Gile aje!
Poligami memang dibolehkan dalam Islam, namun bukan termasuk sunnah/mustahab, namun mubah alias boleh asal syarat dan ketentuan terpenuhi. Poligami bukan untuk menghancurkan bangunan rumah tangga yang sudah terbina. Jadi, pastikan dulu rumah yang satu beres, baru bangun rumah yang lain. Poligami jelas merupakan tanggung jawab tambahan. Istri nambah, kemungkinan besar anak juga nambah. Kalau satu istri saja sudah keteteran, kawin lagi sudah jelas berarti berlaku zalim pada istri, padahal kan itu dilarang. Dosa, gitu.
Terus, kalau satu istri saya belum berjilbab, anak-anak salatnya masih kemana-mana, itu kan berarti pembinaan agama belum berhasil? Mau kawin lagi? Menurut ngana? Mau ngomong apa di akhirat?
Niat poligami asal kawin lagi itu tidak berarti mengikuti sunnah, tapi malah merusak banyak hal. Baik itu masa depan istri, maupun juga anak-anak. Rusak pula nama baik agama, pun rusak pula citra poligami sebagai salah satu syariat.
Menolak dan mengolok-olok syariat poligami adalah sama dengan mengolok-olok Islam, bisa menyebabkan kufur. Tapi seorang istri yang tahu kalau suaminya ngepas-ngepres, lantas melarang suami poligami, tentu bijaksana. Bahkan menjadi berkat karena meringankan tanggung jawab akhirat suami.
Begitu kira-kira. Jadi, sesudah membaca pelajaran untuk yang ingin poligami ini, tetap mau poligami?

About Ariesadhar

Apoteker, Auditor Wanna Be dan Author Oom Alfa (Bukune, 2013).

0 komentar :